Suara Pembaharu
Politik

Dinilai Tidak Transparan Hasil Pleno Verfak Parpol, KPU Mitra “Lempar Bola” ke KPU RI

Suara Pembaharu – JPPR Minahasa Tenggara mengaku kesulitan mengumpulkan data lengkap hasil verifikasi faktual (Verfak) perbaikan kepengurusan dan keanggotan partai politik (Parpol). KPU Minahasa Tenggara dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi hasil pleno verifikasi faktual.

“Kami sangat menyayangkan KPU Minahasa Tenggara dalam hal ini tidak memberikan ruang yang cukup untuk partisipasi publik,” ujar Ketua JPPR Minahasa Tenggara, Mario Kaluku, Selasa (27/12/2022).

“Tidak ada ruang yang cukup untuk keterlibatan pemantau dan publik dalam proses verifikasi di KPU Minahasa Tenggara,” katanya lagi.

Anehnya menurut Mario, disaat JPPR Mitra menanyakan hasil pleno verifikasi faktual, pihak KPU Mitra terkesan masa bodoh. “Kemarin kami sempat menanyakan langsung kepada Ketua KPU Mitra, namun terkesan masa bodoh. Dia (Ketua KPU Mitra) hanya berdalih dan mengatakan silahkan tanya ke KPU RI,” ujar Mario.

Mario menyoroti soal statemen Ketua KPU Mitra, Wolter Dotulung di salah satu media online dengan berjudul “KPU Mitra Plenokan Hasil Verfak Perbaikan Kepengurusan dan Keanggotaan Partol”.

“Di media itu, Ketua KPU Mitra membeberkan jumlah partai yang lolos dan tidak, sementara disaat kami menanyakan secara langsung, dia (Ketua KPU Mitra) tidak membeberkan. Tentu hal tersebut sangat bertentangan dengan asas penyelenggaran pemilu yang terbuka dan transparan. Artinya dia tidak konsisten dengan jawaban yang disampaikan di media,” ujar Mario.

Masih menurut Mario, JPPR Mitra akan mengambil langkah tegas dengan ketidaktransparansnya KPU Mitra. Karna lanjut Mario, ini menyangkut kepentingan banyak orang.

“Apabila KPU Mitra terbukti melanggar, maka JPPR Mitra akan menindaklanjuti persoalan ini sampai ke DKPP,” tegas Mario.(22c)

Baca Juga :  SVR Bertemu Felly Runtuwene Bahas Pilkada Sulut, Sinyal Didukung Nasdem?

Postingan lainnya