Suara Pembaharu
Pendidikan

MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado Gelar MGMP

Suara Pembaharu – Persatuan guru mata pelajaran Madrasah MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado, Jumat (4/11) menggelar kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) 2022. Kegiatan yang dikemas untuk peningkatan mutu pendidikan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Sarbin Sehe.

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini, sejak 4-6 November 2022 diikuti seluruh guru mata pelajaran MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado.

Kegiatan MGMP kali ini mengangkat tema “Tantangan SDM Guru Madrasah 2022”.

Pantauan media, kegiatan MGMP ini juga turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut, Basri Saenong dan Kepala MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado Syarif Afiat Salim Raya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sulut, Sarbin Sehe dalam sambtuannya mengapresiasi dan sangat mendukung musyawarah yang dilakukan oleh forum guru mata pelajaran ini. Apalagi tujuan dari musyawarah tersebut adalah untuk mencari format baru demi peningkatan mutu pendidikan bagi anak didik.

“Musyawarah guru mata pelajaran ini secara tidak langsung akan mampu melahirkan anak didik yang memiliki karakter. Sesuai dengan garis struktural lembaga pendidikan yang berada dibawah Kemenag, maka karakter yang terbentuk tentunya karakter anak didik yang islami,” kata Sarbin Sehe.

“Kecerdasan otak sesungguhnya tidak cukup, maka perlu adanya kecerdasan pribadi. Karna dengan akhlak yang mulia dapat membedakan mana yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat,” sambungnya.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulut juga menitikberatkan tiga poin penting kepada para guru untuk melahirkan karakter islami bagi para anak didiknya. Yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan pribadi dan kecerdasan spritual.

“Tiga karakter itu tentu harus melekat pada siswa dan itu menjadi tanggungjawab dari bapak ibu guru sekalian,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertama di Sulut, MIN 2 Manado Terapkan 'Madrasah Ramah Anak'

“Oleh karna itu, konsep merdeka belajar harus mampu diterjemahkan,” tambahnya sembari berharap agar para guru mampu membaca serta menterjemahkan kurikulum yang baru dalam praktek pembelajaran.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado, Muhammad Helmi Arsjad selaku ketua panitia pelaksana MGMP 2022 mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu proyeksi dunia pendidikan yang menjadi tuntutan guru di abad 21, yakni bahwa guru abad 21 harus memiliki tiga komponen, yakni karakter, kompetensi, dan literasi.

Kegiatan ini tentunya lanjut Helmi, bertujuan untuk memfasilitasi guru untuk mencapai standar kompetensi profesi yang telah ditentukan. Selain itu juga memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang mereka milikisekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.

Kemudian lanjut Helmi, kegiatan ini juga bertujuan memotivasi guru-guru untuk memiliki komitmen melaksanakaan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional serta mengangkat citra, harkat dan martabat profesi guru.

“Tujuan dari kegiatan ini guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” kata Kepala Tata Usaha MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado.

Helmi menambahkan, musyawarah guru mata pelajaran ini untuk emperluas wawasan dan pengetahuan guru, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, strategi, dan metode pembelajaran, serta memaksimalkan pemakaian sarana prasarana belajar.(sir)

Postingan lainnya