Suara Pembaharu
Hukum Kriminal

Maju – Mundur Kasus Alat KIR

Ikbal Minta Kejaksaan Periksa Kadishub

Bitung– Dugaan kasus pencurian alat Pengujian Kendaraan (KIR) milik Dinas Perhubungan Kota Bitung makin terlihat kabur.

Kabur-nya kasus pencurian tersebut, setelah ada upaya dari dinas yang dipimpin Ricy Tinangon itu mencabut laporan polisi. Alasan pencabutan laporan polisi oleh Ricy Cs ini belum juga jelas.

Disinyalir, pelaporan itu sejak awal memang telah direncanakan. Rencana itu, untuk mengelabui Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) agar Dishub melenggang ‘mulus’ dari tuntutan ganti rugi (TGR).

Kepala UPT Pengujian Kendaraan KIR Dinas Perhubungan Kota Bitung Chrisma Agung Setyawan saat dikonfirmasi, Kamis (01/09/2022), mambantah soal dugaan tersebut. Bahkan dia mengaku, pelaporan itu dilakukan dirinya setelah berkoordinasi dengan kepala dinas.

Kepada sejumlah wartawan, Chrisma menegaskan, tidak punya maksud mengelabui petugas BPK.

“Barangnya benar-benar hilang. Maka dari itu, kami berinisiatif mencarinya dengan melapor ke pihak kepolisian,” tegasnya, sembari mengatakan biar bagaimana pun itu fasilitas negara.

Meski begitu, Chrisma tidak menampik rencana pencabutan laporan tersebut.

“Atas arahan Kadis, memang besok rencana laporan pencurian akan dicabut,” tuturnya tanpa memberikan keterangan jelas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung Ricy Tinangon sendiri saat dihubungi terkait alasan pencabutan laporan itu enggan berkomentar lebih.

“Iya, memang rencanya begitu. Kita akan melakukan pencarian sendiri dulu, karna ini sudah ada ketersinggungan dari orang balai. Tapi, ini bukan saya yang minta pelaporan polisi itu dicabut. Tapi, hasil kesepakatan dengan balai,” ucap Ricy sambil minta Wartawan pesiar ke kantor.

Kasus hilangnya fasilitas negara itu, membuat salah satu pemerhati pemerintahan di Kota Bitung Ikbal Laque buka suara. Menurut Ikbal, kasus hilangnya sejumlah fasilitas milik Dinas Perhubungan di Terminal Tangkoko harus menjadi atensi penegak hukum.

Baca Juga :  Motif Pembunuhan Joshua Diungkap Polres Bitung

Karena, katanya, kasus itu diduga sengaja di kaburkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menghilangkan jejak barang tersebut.

“Bisa saja barang bukan hilang, tapi dihilangkan. Maka dari itu, tak hanya pihak kepolisian yang harus menjadi atensi. Tapi, pihak Kejasaan Negeri Bitung wajib mendalami dugaan kerugian negara di dinas tersebut,” katanya.

Mantan aktivis mahasiswa ini menganalogikan, jika barang yang hilang tersebut sempat dinyatakan rusak berat oleh Kadis, kenapa bisa hilang?.

“Tidak mungkin barang rusak hilang. Apalgi itu berada di tempat umum dan mempunyai bobot berat ratusan kilo. Kan tidak masuk diakal,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Matuari AKP M Aswar Nur hingga berita ini dipulis enggan menanggapi pertanyaan wartawan soal perkembangan kasus itu.

(YaserBaginda)

Postingan lainnya