Suara Pembaharu
Nasional

KBRI Nairobi Pulangkan 5 ABK Bermasalah di Somalia

Jakarta– Sebayak lima Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang terlantar di Somalia berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Dari informasi yang berhasil dirangkum media ini, kelima ABK itu terlantar karena sempat tidak digaji selama tiga bulan oleh pihak perusahan.

Dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesi (KBRI) di Nairobi kelima ABK itu menghadapi masalah dengan kapal Dox Dili.

Permasalahan yang menimpah ABK bermula dari tuntutan Darso asal (Jawa Tengah) dan Mukolidin (Jawa Tengah) yang bekerja di kapal Dox Dili sejak Maret 2022, selama tiga belan belum memperoleh gaji.

Sementara Hartono (Jawa Timur) dan Devis (Sulawesi Utara) baru bergabung pada Mei, juga menuntut pihak kapal untuk segera membayar mereka.

Sebelum tercapainya kesepakan pada 12 Juni 2022, kelimanya meninggalkan kapal dan menginap di Hotel.

Kelimanya mengaku mendapat janji dari agen pengirim merek di Indonesia akan bertanggung jawab untuk memulangkan mereka ke Indonesia.

Sementara, pihak kapal Dox Dili menolak memulangkan para ABK itu karena pihak perusahan telah mengeluarkan banyak uang untuk medatangkan para ABK dari Indonesia itu.

Bahkan, pihak perusahan tersebut sempat meminta kelima ABK itu kembali bekerja dengan janji gaji akan dibayarkan. Namun, para ABK tersebut bersikukuh tidak mau kembali bekerja.

Satu bulan berjalan tanpa ada kesepakan, pihak kapal akhirnya mengizinkan para ABK pulang ke Indonesia dengan syarat membeli tiket sendiri dan membayar hotel yang mereka tempati sejak awal Juni.

Atas tekanan KBRI, akhirnya pihak Dox Dili berjanji membelikan tiket untuk kepulangan para ABK ke Indonesia, namun menolak untuk membayarkan hotel tempat para ABK menginap hampir dua bulan, dengan alasan bukan pihak kapal yang menempatkan mereka di hotel tersebut. (Hingga akhir Agustus tagihan hotel membengkak menjadi US$ 16,600).

Baca Juga :  Ganip Warsito Minta Penanganan Pasien Covid-19 di RSUD Lukmonohadi Kudus Dibenahi

Permasalahannya adalah para ABK mengaku tidak punya uang, sedangkan agen pengirim dari Indonesiaberinisoal (L)tidak bertanggung jawab dan menghilang, serta tidak bisa dihubungi.

Duta Besar Dr. Mohamad Hery Saripudin menyatakan, permasalahan kelima ABK yang bekerja pada kapal Dox Dili tersebut menambah panjang daftar ABK asal Indonesia yang menghadapi masalah di Somalia.

Sebelumnya, KBRI Nairobi telah memulangkan lebih dari 24 ABK yang menghadapi masalah pada kapal-kapal berbendera Cina Liao Dong Yu.

“Banyak dari permasalahan tersebut timbul dari ketidakberesan prosedur pengiriman dari dalam negeri serta tidak bertanggung jawabnya agen pengirim para ABK,” ungkap Dubes Hery.

Dia mengatakan, disamping juga para ABK yang tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang wilayah kerja mereka di luar negeri.

Dubes Hery menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan Kementerian Luar Negeri RI, Konsul Kehormatan RI di Somalia, dan Senator Somalia asal Hargeisha sehingga pemulangan kelima ABK dapat terselesaikan.

Dia juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk agen pengirim para ABK yang  telah menyebabkan kekisruhan ini.

(***/Haikal)

Postingan lainnya