Suara Pembaharu
BREAKING NEWS

Waduh! PHK Tanpa Pesangon, Eks Karyawan Bakal Gugat PT Hasrat Multi Finance

Bitung– Sudah terjatuh tertimpa tangga. Nasib sial itu dialami karyawan PT Hasrat Multi Finance, Ahmad A Israel (36).

Ahmad dituduh perusahan finance itu terkait dugaan kasus penggelapan sejumlah uang dari konsumen.

Tuduhan yang tak berdasarkan bukti itu, membuat dirinya langsung dipecat secara sepihak oleh perusahan.

Kepada media ini Ahmad menjelaskan, dia tak punya niat menggelapkan uang angsuran sepeda motor sebesar Rp.800.000 itu. Uang tersebut, katanya, konsumen tranfer ke rekening miliknya tanggal 9 Maret 2022, tanpa konfirmasi.

Sering berjalannya waktu, bebernya, tiba-tiba dia menerima pesan berantai di WhatApp Grup perusahan yang ia mengabdi selama tiga tahun.

Dalam pesan itu, bagian keuangan PT Hasrat Multi Finance yang di jabat oleh Erwin Budiman langsung memintanya untuk datang ke kantor.

Kedatangan Ahmad ke kantor dalam rangka menandatangani surat pernyataan atas kejadian tersebut.

“Saya datang ke kantor selain menandatangani surat pernyataan, juga menyetor uang angsuran dari konsumen tersebut,” katanya, Selasa (21/06/2022).

Tanggal 1 April 2022, Ahmad mengaku kaget. Dia menerima Surat Peringatan ke-3 dan pemutusan hubungan kerja sepihak dari Kepala Cabang PT Hasrat Multi Finance Manado, Bayu Lutfi yang menjabat saat itu.

“Padahal pemutusan hubungan kerja itu ada regulasinya yang tertuang dalam Undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 Tahun 2003. Yang bikin saya kaget, tidak ada SP 1 dan 2 langsung ada pemutusan hubungan kerja,” ucap Ahmad dengan nada kecewa.

Tak terima dengan perlakuan PT Hasrat Multi Finance, Ahmad mangaku sempat melaporkan perusahan finance itu ke Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung.

Dalam laporan tersebut, menurut Ahmad, dia sempat menjalani tiga kali mediasi dengan PT Hasrat Multi Finance menuntut hak-haknya sebagai karyawan.

Baca Juga :  Diduga Ada Praktik Jual Beli Ijazah Aspal di SMK Nusantara Bitung

“Mediasi itu, pimpinan PT Hasrat Multi Finance mengaku pembayaran pesangon sementara di proses di kantor pusat. Tetapi hingga saat ini belum terealisasi,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini telah mengumpulkan sejumlah dokumen untuk mengajukan gugatan melalui Pengadilan Hubungan Industri Manado.

“Karena telah mengabaikan anjuran Dinas Tenaga Kerja, saya mengambil langkah ini,” tegasnya.

Kepala Cabang PT Hasrat Multi Finance Manado Hendry Abizar saat dikonfirmasi terkait eks karyawan yang di PHK itu enggan berkomentar lebih.

“Nanti ketemu saja dengan pak Noval ya di Bitung. Konfirmasi ke dia,” singkatnya.

Diketahui, Noval Bahasoan merupakan Kacab PT Hasrat Multi Finance yang belum lama berdiri di Bitung.

Noval tak menampik hak-hak Ahmad yang di PHK belum dibayarkan perusuhan.

“Semua itu keputusannya ada di kantor pusat pak. Saya juga belum tau pasti Ahmad di PHK karena apa. Kantor di Manado paling tahu soal itu pak,” singkatnya.

(YaserBaginda)

Postingan lainnya