Suara Pembaharu
BREAKING NEWS

Dikawal Aparat, PT TMS Paksa ‘Seledupkan’ Alat Bor ke Sangihe

Sangihe – Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado pada 2 Juni 2022 terkait pencabutan izin PT Tambang Mas Sangihe (TMS) ternyata tidak diindahkan.

Hal itu terbukti setelah perusahaan tambang mas tersebut memaksakan Drull Rig Machine (Alat Bor) masuk lewat Kapal LCT dengan pengawalan sejumlah aparat, Senin (13/06/2022) kemarin.

Aksi itu memancing reaksi masyarakat yang tergabung dalam Save Sangihe Island (SSI). Pemblokiran jalan menuju Base Camp PT TMS tak terhindarkan di Kampung Bowone Kecamatan Tabukan Selatan Tengah.

Masyarakat Sangihe asal Kampung Sarang Albiter Makagansa menilai PT. TMS telah melakukan pelanggaran hukum, dimana melanggar putusan PTUN Manado.

“Ini adalah pelanggaran terhadap putusan PTUN Manado yang membatalkan ijin lingkungan PT. TMS,” ungkap Makagansa.

Makagansa juga menyayangkan adanya aparat kepolisian yang mengawal alat berat tersebut.

“Perusahaan pelanggar hukum justru dikawal oleh aparat kepolisian, ada apa ini? Dimana keberpihakan Negara kepada rakyatnya?” tambah Albiter.

Sementara itu Kapolsek Tabukan Selaran AKP Ristam Pakaya menyatakan bahwa dia tidak tahu menahu tentang keberadaan alat berat PT. TMS yang dibawa ke Bowone.

Menurutnya dia hadir hanya melakukan penjagaan masyarakat.

“Kita menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat itu saja,” kata Pakaya yang turun ke lokasi pemblokiran jalan.

Terkait dengan adanya pengawalan aparat kepolisian terhadap alat berat PT. TMS di tengah perintah pengadilan tentang pencabutan izin lingkungan PT. TMS, Pakaya tidak berkomentar lebih.

“Apapun argumen saya, begitupun sebaliknya pasti tidak akan baku maso, pasti akan banyak tanggapan sedangkan kita ini bukan pokok yang bermasalah. Kita mohon, kita akan bantu fasilitasi permintaan kalian,” kata Pakaya sambil meminta agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca Juga :  Soal Dana Pinjaman UKM, Anneke Tumbelaka Sebut Nama-nama Itu Lewat SK Walikota

Ketidaktahuan Kapolsek Tabukan Selatan itu ditanggapi oleh Koordinator Save Sangihe Island, Jan Takasihaeng.

Menurut Takasihaeng Basecamp dan alat bor PT. TMS itu jelas dikawal oleh apat Kepolisian, bagaimana mungkin pimpinannya tidak tahu.

“Di dalam Camp TMS itu ada anggota bapak yang mengawal, demikian juga yang mengawal alat bor TMS. Bagaimana mungkin pak Kapolsek tidak tahu?,” ungkap Takasihaeng.

Dari malam tadi, hingga Selasa (14/06/2022) siang, masyarakat Sangihe yang tergabung dari berbagai kampung masih berjaga-jaga untuk menghalau alat berat PT. TMS agar tidak masuk ke Kampung Bowone.

Sementara itu Cesylia Saroinsong, Public Relation PT. TMS ketika dihubungi sejumlah awak melalui nomor Hp 085298258xxx untuk mengonfirmasi terkait masuknya alat berat PT. TMS ke Sangihe di tengah putusan pencabutan izin lingkungan oleh PTUN Manado tidak dapat dihubungi. Wartawan juga mengirim pesan lewat WhatsApp, hingga berita ini diturunkan tidak ditanggapi.

(ReynaldiTulong)

Postingan lainnya