Suara Pembaharu
Kota Bitung

WALHI Sebut Ekspansi Tambang PT MSM/TTN Ada Dugaan Konsep Tukar Guling

Bitung– Pemkot Bitung ngotot relokasi Kelurahan Pinasungkulan. Setelah main kucing-kucingan membentuk tim relokasi, kali ini sejumlah staf khusus mengatasnamakan perpanjangan tangan Walikota dan Wakil Wali Kota Bitung bertandang ke kantor perusahan pertambangan PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), Jumat (12/11/2021) pekan lalu.

Dari keterangan tertulis Staf Khusus MMHH Bidang Informasi Publik dan Komunikasi Sosial, Ricky Lincoln Tulalo menyatakan pertemuan dengan petinggi anak perusahan PT Arci Indonesia itu terkait dengan dialog relokasi Kelurahan Pinasungkulan serta menyampaikan sujumlah aspirasi masyarakat yang terdampak blasting (peledakan).

Dalam pertemuan itu, pemerintah kelurahan lewat Lurah Pinasungkulan meminta pengelolaan kebun kelapa yang sudah dibebaskan perusahan agar diberikan kewenangan pengelolaan kepada warga.

“Lurah memintakan perusahaan dapat mengeluarkan surat resmi terkait pengelolaan kebun kelapa tersebut,” tulis Ricky.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bitung Youndries Kansil saat dikonfirmasi media ini mengaku, relokasi kelurahan Pinasungkulan secara kelembagaan belum diketahui oleh DPRD.

Ia juga berujar, seharusnya pembentukan tim relokasi kelurahan Pinasungkulan melibatkan DPRD sebagai fungsi pengawasan kepada eksekutif.

“Harusnya dikonfirmasi dong ke DPRD. Karena lembaga DPRD bagian dari pemerintah juga,” ujarnya.

Politisi NasDem ini juga menyatakan, kabar relokasi Kelurahan Pinasungkulan sudah sempat diketahui lewat media.

“Tapi secara kelembagaan komisi I belum tahu. Kita masih melihat gimik dari Pemkot seperti apa ke depan,” singkatnya.

Menanggapi rencana relokasi Kelurahan Pinasungkul, Tim Monitoring dan Evaluasi Program Advokasi Pertambangan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara, Berty Pesik menilai, rencana relokasi bukan hal yang penting saat ini. Melainkan, kata Berty, yang paling esensial yaitu pada perusakan lingkungan.

“Parameternya bukan pada relokasi pemukiman sebenarnya. Tapi ke arah perusakan lingkungan. Semuanya sudah tersistem antara administrasi pemerintahan dengan batu kuarsa PT MSM/TTN,” katanya sembari menjelaskan ada dugaan konsep tukar guling yang dimainkan, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga :  Begini MMHH Kendalikan Minyak Goreng di Bitung

Maksud dari dugaan permainan konsep tukar guling, kata pentolan Yayasan KOFFAS ini, terkait dengan keputusan pejabat pemerintah daerah.

“Jika mereka (red_PT MSM/TTN) berhasil mendapkan izin dibawah tanah pemukiman kelurahan Pinasungkulan artinya itu merupakan keajaiban yang hanya bisa di akses lewat kekuatan politik dan hukum,” ungkapnya.

Meski begitu, ia belum mau berkometar lebih soal keputusan pemerintah daerah.

“Kami masih melihat akuntabilitas dari keputusan yang telah dilakukan oleh Corporates CEO PT MSM/TTN pada rana pidana lingkungan lidup di lubang galian PIT Araren,” pungkanya.

(YaserBaginda)

Postingan lainnya