Suara Pembaharu
Nasional

Surat Edaran Menag Tuai Kritikan, Djafar Alkatiri: Fachrul Razi Harus Lebih Memahami Ruh Daripada Masjid

Manado – Surat edaran yang dikeluarkan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengenai panduan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama wabah virus corona menuai kritikan dari Wakil Ketua Komite I DPD RI, Djafar Alkatiri.

Edaran Menteri Agama menurut Djafar Alkatiri sudah bagus, tapi tidak kontekstual. Bahkan kata dia, menimbulkan tanda tanya di masyarakat dan umat islam khususnya.

Justru pada ramadhan kemarin jumlah pasien covid-19 masih sedikit Kemenag mengeluarkan surat edaran berupa himbauan agar tidak melaksanakan kegiatan peribatan di masjid.

“Dan sekarang, setelah ramadhan berakhir yang kemudian jumlah pasien corona meningkat, masjid malah dibuka kembali. Jangan sampai ada hal-hal yang mungkin sengaja untuk meng-sunyikan bulan ramadhan. Karna surat edaran itu dikeluarkan setelah bulan ramadhan,” ujarnya.

Bahkan menurut Alkatiri, surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama tidak efektif. Karna mayoritas masyarakat tidak memahami surat tersebut.

“Surat edaran sudah dua kali dikeluarkan, namun mayoritas (masyarakat) tidak melaksanakan himbauan dari Menag, karna memang tidak memahami dengan maksud isi surat. Dan hanya ASN Kemenag yang melakasanakannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Menteri Agama, Fachrul Razi harusnya lebih proporsional dan harus lebih memahami ruh daripada masjid itu sendiri.

“Kalau tidak, surat edaran yang dikeluarkan saat ini tidak akan efektif seperti surat edaran yang sebelumnya,” tegas Senator asal Sulut, Djafar Alkatiri.
(tsir)

Baca Juga :  Bupati Gorontalo Terinspirasi dengan Forum Diskusi yang Digagas Senator Djafar Alkatiri

Postingan lainnya