Suara Pembaharu
Hukum Kriminal

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Dinas KKP Dicecar 94 Pertanyaan

Bitung – Satu tersangka atas dugaan kasus korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung, Rabu (19/01/2020) kemarin.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tersangka yang diperiksa berinisial FSAM didampingi langsung oleh penasehat hukumnya, Johnson Sengke SH.

Usai pemeriksaan FSAM, saat dikonfirmasi melalui penasehat hukumnya, Johnson Sengke mengatakan FSAM sudah menjalani proses pemeriksaan selama 3 (tiga) jam.

“Klien saya (FSAM) sudah menjalani pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 10.00 hingga 13.00 Wita,” katanya.

Ia juga menyebutkan, dalam pemeriksaan tersebut, puluhan pertanyaan diajukan kepada kliennya terkait pengelolaan dana tugas pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Ada 94 pertanyaan yang ditanyakan penyidik Kejari Bitung. Dan klien saya (FSAM) menjawab sesuai apa yg dia tau terkait tugasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Itu dulu yah,” singkat Johnson yang ditunjuk oleh Penyidik Kejari Bitung untuk mendampingi tersangka FSAM dalam pemeriksaan tersebut.

Sementara itu, adanya pemeriksaan tersebut dibenarkan Kasi Intelijen Kejari Bitung, Budi Kristiarso SH MH.

“Hari ini merupakan pemeriksaan perdana  pasca penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tahun anggaran 2015. Dan untuk jadwal hari ini, pemeriksaan kepada tersangka berinisial FSAM,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, mekanisme pemanggilan para tersangka untuk diperiksa.

“Pemeriksaan tersangka dijadwalkan secara bertahap. Kamis, dijadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial LJM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan untuk hari Jumat pemeriksaan tersangka FFAP sebagai pihak pelaksana (kontraktor),” jelasnya.

Budi menambahkan, pihaknya belum langsung melakukan penahanan kepada tersangka FSAM.

Baca Juga :  KPU Bitung: Tiga Bapaslon Belum Memenuhi Syarat

“Untuk tersangka FSAM belum kami lakukan penahanan, berhubung masih ada dua tersangka lainnya belum menjalani pemeriksaan. Jika sudah fix akan dipertimbangkan untuk dilakukan penahanan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Bitung menetapkan 3 (tiga) tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tahun anggaran 2015 senilai Rp 9 Miliar.

Adapun tiga tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka, Nomor B55. P.1.14/FD/01/2020, tertanggal 20 Januari 2020 berinisial LSM, kemudian berinisial FSAM merupakan oknum ASN di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung dengan surat penetapan tersangka nomor B56. P.1.14/FD/01/2020, tertanggal 20 Januari 2020 dan inisial FFAP (Kontaktor atau pelaksana pekerjaan) dengan surat penetapan tersangka nomor B57. P.1.14/FD/01/2020, tertanggal 20 Januari 2020 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Ariana Juliastuty SH MH.(Yb)

Postingan lainnya