Suara Pembaharu
Hukum Kriminal

PETI di Bolmong Tak Terkendali, Diduga Dibekingi Oknum Aparat

Bolmong – Kegiatan pertambangan emas tanpa ijin di Bumi Totabuan semakin tak terkendali. Pasalnya setelah terjadi peristiwa yang memakan korban jiwa, tak menyurutkan rasa takut dari para penambang.

Kali ini, kegiatan pertambangan emas tanpa ijin berlokasi di Desa Potolo, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut. Para penambang tidak lagi menggunakan cara manual dengan alat bantu berupa linggis dan betel. Terlihat aktifitas alat berat (eskapator-red) dengan leluasanya melakukan pertambahan hutan disekitar pegunungan potolo.

Kegiatan pertambangan ilegal ini diduga mendapatkan bekingan dari oknum polisi yang bertugas di Polda Sulut.

“Saya duga ada oknum anggota Polda Sulut yang berkonspirasi dengan pemilik modal bernama Ko Sten,” tutur sumber seperti yang dilansir dari Lidik.net.

Di lokasi pertambangan emas tanpa ijin juga ada beberapa oknum aparat yang melakukan penjagaan akses masuk ke lokasi tambang.

Informasi salah satu mantan pekerja Ko Stenly, bahwa dalam setiap minggu dia mampu menghasilkan puluhan kilo emas dari hasil perambahan hutan di gunung Potolo.

Sumber juga menunjukkan beberapa foto dan video di lokasi ‘Ko Stenly’ sambil menjelaskan tentang proses pengolahan emas.

Ia juga menuturkan, yang lebih mencengangkan ketika ia menunjukkan pada sebuah bak besar untuk perendaman material emas yanh diberi nama bak komando.

“Dari hasil itu juga diberikan kepada beberapa oknum aparat keamanan sebagai biaya keaman,” tegas sumber seperti dilansir dari Lidik.net.
(tsir)

Baca Juga :  Bawa Sajam, Siswa SMP di Bitung Diringkus Sat Pol PP

Postingan lainnya