Suara Pembaharu
BREAKING NEWS

Tabrak Karang, Kapten Kapal LCT Perkasa Prima Tewas

Bitung – Kapten Kapal LCT Perkasa Prima, Adolf Mananeke (59), warga Aertembaga, Bitung, meninggal dunia saat beraktifitas di kapal tersebut, Kamis (12/09/2019), kemarin.

Sesaat usai menerima informasi, Kanit Reskrim Polsek Siau Barat, Iptu R.B. Liung bersama anggota segera mendatangi TKP dan Puskesmas Ondong, untuk memastikan kondisi korban.

Informasi diperoleh menyebutkan, awalnya sekitar pukul 04.00 WITA korban bersama beberapa rekannya berada di ruang komando. Mereka mengontrol olah gerak kapal yang akan berlayar ke Pulau Makalehi dengan muatan pasir.

Saat itu posisi haluan kanan belok 45 derajat, akan keluar Tanjung Pehe. Tiga puluh menit kemudian saat kapal masih olah gerak, buritan menabrak karang yang berada di samping kiri Pelabuhan Pehe, hingga mengakibatkan kapal kandas. Kejadian ini membuat korban shock.

Mualim I, Abner Tatimu (51) menuturkan, sekitar lima menit usai kapal menabrak karang, korban tiba-tiba terjatuh ke belakang. Kepala korban membentur lantai ruang komando, namun tak lama kemudian korban berdiri dan kembali memegang tuas gas.

Sementara itu ABK di bagian mesin menyampaikan informasi melalui radio HT, bahwa kapal kandas lambung kiri dan kemudi bengkok.

Lanjut Abner, sekitar tiga menit setelah mendengar informasi tersebut, korban kembali terjatuh dan kepalanya membentur lantai. Kali ini korban tidak bangun. Saksi bersama beberapa ABK lainnya lalu membaringkan korban di tempat duduk ruang komando.

Sesaat kemudian melintas kapal penampung KM Christian 01 yang hendak berlabuh di Pelabuhan Pehe. Saksi lalu meminta bantuan kapal tersebut untuk membawa korban ke Pelabuhan Pehe, selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Ondong menggunakan ambulance.

Korban kemudian menjalani pemeriksaan luar oleh dokter Elsje Kuheba. Dijelaskan dokter, ketika korban tiba di Puskesmas sekitar pukul 05.30 WITA, telah dalam keadaan meninggal dunia. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga :  Duel Tak Seimbang, Persma Dama Tewas di Sari Kelapa

Informasi diperoleh lebih lanjut, korban memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan pada Juli 2019 pernah menjalani perawatan di RS Budi Mulia Bitung.

Kanit Reskrim kemudian menghubungi pihak keluarga korban di Bitung, melalui telepon. “Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, dan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas,” ujarnya.

Petugas kemudian membuat surat pernyataan penolakan otopsi, yang akan ditandatangani oleh istri korban, Evy Tampilang.

“Istri korban diperkirakan tiba siang hari, naik kapal cepat. Kami masih menunggu kedatangan pihak keluarga,” pungkas Kanit Reskrim.

(YaserBaginda)

Postingan lainnya