Sudah Tak Layak, Pasar Lama Melonguane Bisa Direvitalisasi Jadi Pusat Souvenir

Sudah Tak Layak, Pasar Lama Melonguane Bisa Direvitalisasi Jadi Pusat Souvenir

Talaud – Aspirasi sejumlah pedagang Talaud, Sulawesi Utara, yang menuntut penutupan pasar lama di kawasan pusat kota Melonguane yang sedang hangat diperbincangkan diharapkan mendapat pengertian positif dari warga, khususnya para pedagang yang sedang berjualan di lokasi pasar lama.

Camat Melonguane Oni Maliatja mengatakan, penutupan Pasar Lama Melonguane merupakan salah satu agenda pemerintah sebagai upaya penataan wilayah.

Penutupan pasar itu, katanya, tidak bermaksud meniadakan kesempatan mencari rejeki lewat berdagang bagi para pedagang di pasar tersebut. Hanya saja harus dimengerti karena tempat tersebut tidak layak lagi untuk dijadikan pasar seperti saat ini.

“Setiap tahun ada program tingkat nasional, yang namanya kota sehat. Salah satu indikator kota sehat adalah penataan infrastruktur. Mulai tempat pembuangan akhir sampah, termasuk pasar yang representatif; sehat dan bersih. Nah, sehubungan dengan itu, pasar lama yang ada ini sudah tidak layak lagi. Karena itu pemerintah daerah sudah membangun pasar baru yang lebih representatif,” kata Maliatja, di kawasan ‘Wisata Kuliner Melonguane (WKM) Beach’, Senin (13/5) 2019.

Lebih lanjut, disinggung keberadaan pasar lama itu ke depan, Maliatja mengusulkan bisa direnovasi untuk dijadikan sebagai ‘pasar kering’ atau pusat souvenir.

“Di sana (pasar lama, red) ke depan perlu dibuat alih fungsi. Jadi bukan Barito di sana atau penjualan ikan. Alih fungsi saja penjualan bahan-bahan kering. Contoh, menjadi pusat penjualan sovenir kita. Boleh juga jadi penjualan baju, juga boleh jadi pusat penjualan kue-kue kering,” kata kata Maliatja.

(IVE)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: