Siloam Hospital gelar Acara Buka Bersama dan Berbagi Tips Kesehatan

Siloam Hospital gelar Acara Buka Bersama dan Berbagi Tips Kesehatan

Manado – Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Siloam Hospital menggelar Media Gathering dan buka puasa bersama, di Rumah Makan Mawar Sharon MegaMas Manado, Selasa (7/5) sore hingga malam.

Dalam gelaran media gathering dan buka puasa bersama ini, pihak Siloam Hospital melalui dr. Olivia Walewangko, SpPD-KEMb, memberikan kiat-kiat bagaimana penderita diabetes bisa tetap berpuasa dan menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadhan.

“Di bulan yang suci ini, kadangkala ada faktor yang bisa memaksa seseorang penderita diabetes miletus untuk membatalkan puasanya, yakni ketika kadar gula dalam darahnya sudah kurang dari 70 dan lebih dari 300,” kata dr. Olivia.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data hasil penelitian, masyarakat Indonesia pada umumnya makan lebih pada saat bulan Ramadhan, saat akan berbuka sebagian besar sudah menyantap yang manis-manis seperti kolak, sirup, kue-kue tradisional dan lainya, kemudian makan lebih banyak setelah Tarwih. Padahal menurutnya, pola makan seperti itu, justru tidak sehat, dan harusnya berpuasa juga membuat tubuh menjadi sehat, karena harusnya berbuka saja dengan kurma dan segelas air putih.

“Seorang penderita diabet yang tidak mengerti bagaimana mengatur pola makannya, akan mengalami kondisi hypoglycemia atau kadar gula darah rendah pada sepanjang siang hari dan hyperglycemia atau kelebihan kadar gula pada malam hari serta dehydration thrombosis, sehingga harus diatasi,” katanya.

Karena itulah, kata dokter Olivia, penderita diabetes tidak dianjurkan untuk berpuasa, tetapi karena itu adalah ibadah dan harus dijalankan, maka penderita diabetes harus melakukan konsultasi dengan dokter, delapan sampai minimal enam pekan sebelum bulan Ramadhan.
“Pasien bisa datang ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainya, termasuk ke Siloam Hospital, bertemu dokter supaya bisa diberikan masukan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, agar bisa tetap menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa takut harus batal,” katanya.

Di sisi lain, dirinya mengatakan, penelitian menunjukan Indonesia menduduki posisi ketujuh sebagai negara dengan penderita diabeter terbesar di dunia, setelah Cina, India, Amerika, Brazil, Rusia, Maroko lalu Indonesia, dan Sedangkan Sulawesi Utara merupakan daerah dengan penderita diabetes ketiga dan obesitas tertinggi di Indonesia, sehingga pihaknya merasa perlu mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat.

Acara seminar kesehatan dan media gathering itu juga diisi acara siraman rohani oleh Drs. Anwar Sandiah, dan salat bersama, kemudian buka puasa bersama, dihadiri Dirut Siloam Hospital, dr. Abraham Talumewo, CEO Siloam, Magdalena Daluas, CEO Lippo Grup Indonesia Timur Diana Kawatu dan Humas Siloam, Melisa Walankandouw, bersama insan media.

(Laks)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: