Sartifikat PTSL Dipungut Biaya Rp.350.000?

Sartifikat PTSL Dipungut Biaya Rp.350.000?

 

Bolmut – Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) yang sebelumnya biasa disebut Prona tengah digencarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sayangnya, sebagian warga masyarakat selaku pemohon masih gagal paham. Dimana para pemohon/warga masih mengira PTSL tersebut gratis tanpa dipungut biaya seperti Prona.

Padahal merujuk kepada ketetapan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tetap dikenakan biaya sebesar Rp 350.000 ribu untuk wilayah Sulawesi Utara.

Seperti yang dijelaskan dalam SKB Tiga Menteri Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis. Adapun biaya Rp 350.000 ribu per bidang yang dimaksudkan untuk pembelian patok 3 buah, materai 1 lembar dan adminitrasi serta transportasi aparat desa.

Jonathan Siahaan Kepala Seksi Hubungan hukum BPN Bolmut menyatakan bahwa pihaknya tidak memungut biaya kepada warga atau pemerintah desa dalam pengurusan sertipikat PTSL.

“Dari pihak kami tidak memungut biaya apapun dalam pengurusan sertifikat PTSL, memang keputusan SKB 3 Menteri mengijinkan untuk memungut biaya kepada desa tapi bukan untuk diberikan kepada BPN ” jelas jonathan kepada awak media suarapembaharu.com, Selasa (09/04/2019).

Diapun menambahkan target Sertipikat untuk wilayah Bolmut Tahun 2019 sebanyak 3500 untuk 13 desa.

“Bolmut ditargetkan 3500 sertifikat untuk 13 desa, dan bila dari 13 desa tersebut tidak mencapai target pengukurang yah kami limpahkan ke desa lain,” tutupnya.

(FadlyBuyung)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: