Saksi PDIP, Hanura, PPP dan Demokrat Tinggalkan Catatan Ini di Pleno KPU RI

Saksi PDIP, Hanura, PPP dan Demokrat Tinggalkan Catatan Ini di Pleno KPU RI

Jakarta – Meski rekapitulasi perhitungan Hasil Suara Pemilu 2019 untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU-RI). Tapi, masih meninggalkan beberapa catatan keberatan saksi parpol, Senin (13/05/2019) malam.

Saksi PDIP, Hanura dan PPP misalnya, menyoalkan pemindahan tempat rekapitulasi tingkat kecamatan Tuminting (PPK) yang diambil ahli KPU Kota Manado.

Tak hanya sampai situ, Saksi partai Demokrat juga menolak hasil rekapitulasi untuk DPRD Provinsi dan DPR karena di sinyalir ada kecurangan Terstruktur Sistematis dan Masif.

Sementara itu, Ketua KPU Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh menjelaskan bahwa, kejadian di Tuminting adalah semata Pemindahan tempat saja, bukan Take Over.

“Mengenai proses rekapitulasi yang dipimpin KPU Manado, itu atas persetujuan saksi dan Bawaslu Kota Manado,” ucap Mewoh.

Menanggapi hal tersebut, ketua Bawaslu Sulut, Herwin Malonda mengungkapkan kejadian di Tuminting adalah pelanggaran administratif.

“Namun sudah diberikan catatan oleh pihak BAWASLU serta diklarifikasi sebagai pendampingan bukan take over,” katanya.

Di pihak lain, Andi Roen Bongkang, LO calon anggota DPD No. Urut 22 Djafar Alkatiri memberikan Apresiasi kepada KPU Sulut dan Jajarannya yang sudah melaksanakan Tahapan Pemilu secara maksimal.

“Terimakasih kepada KPU yang sudah mengawal pemilu di Sulut berjalan sesuai yang kita harapkan,” kuncinya.

Diketahui hasil rekapitulasi tingkat nasional ini akan selesai pada tanggal 22 Mei dengan agenda Penetapan Calon Terpilih.

(MudatsirSulaiman)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: