Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2019 di Bitung Gelar Tertutup

Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2019 di Bitung Gelar Tertutup

 

Bitung – Sejumlah jurnalis di Bitung dilarang melakukan peliputan saat pleno perhitungan suara hasil Pemilu 2019 yang berlangsung di beberapa tempat perhitungan suara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Bitung, Sabtu (20/04/2019).

Seorang wartawan media online, Abi, merupakan salah satu wartawan yang dilarang saat hendak meliput di Kecamatan Madidir.

“Tadi sempat saya ke Kantor Camat Madidir. Tapi dilarang masuk untuk pengambilan gambar,” ucapnya.

Rapat pleno tersebut dihadiri Komisi Pemelihan Umum (KPU) Bitung, Bawaslu, dan sejumlah pihak keamanan yang terdiri dari Kepolisian Polres Bitung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Namun, para jurnalis yang meliput proses rapat pleno itu dilarang masuk dengan alasan bahwa rapat digelar tertutup.

Abi, yang juga Sekretaris Ikatan Wartawan Media Online (IWO) ini melakukan protes kepada polisi terkait palangan jurnalis meliput Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilihan Legislatif. Pelarangan ini dinilai telah melanggara undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tertang Pers.

“Seharusnya hasil rekapitulasi bersifat pleno terbuka untuk umum yang tetap diawasi oleh pemantau pemilu dalam negeri, pemantau pemilu dari asing, masyarakat dan instansi terkait. Sesuai rujukan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 tahun 2018,” jelas pria berkacamata ini.

Pelarangan peliputan pleno PPK di Bitung, kata Abi, melanggar kebebasan Pers dalam melakukan pemberitaan Pemilu 2019 bersi, adil, damai dan jujur. Apalagi PKPU menjelaskan itu terbuka untuk umum.

“Ini sesuai kemerdekan pers untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dari pelanggaran hak asasi manusia dalam berdemokrasi. IWO Bitung meminta segenap elemen instansi, khususnya di Bitung, menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan pers,” pungkasnya.

(YaserBaginda)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: