Rakor Dilkumjakpol, Ini yang Dikatakan Kakanwil Kemenkumham Sulut

Rakor Dilkumjakpol, Ini yang Dikatakan Kakanwil Kemenkumham Sulut

Manado – Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara, Selasa (25/6) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) Dilkumjakpol Sulut. Rakor yang digelar di Hotel Aryaduta Manado ini membahas agenda
peningkatan fungsi pelayanan hukum dan peran rumah peyimpanan benda sitaan dan barang rampasan negara.

Rakor Dilkumjakpol ini dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulut, Efendy B. Peranginangin.

Pantauan Suarapembaharu.com, rakor tersebut juga turut dihadiri Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang sitaan dan Barang Rampasan Heni Yuwono, Kapolda Sulut yang diwakili AKBP Ruben Very Takaendengan, selaku Dir Perawatan Tahanan dan Barang Bukti, Kejati Sulut yang diwakili Akbar, selaku kasie tindak pidana keamanan negara, ketertiban umum dan tindak pidana umun lainnya dan Ketua PN Manado.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulut, Efendy B Peranginangin mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar semua aparat penegak hukum saling bersinegritas.

“Rakor ini untuk menjalin sinergitas. Dari pembahasan ini yang menjadi fokus bahasan kami adalah tentang barang sitaan negara,” kata Effendy Peranginangin.

Diakuinya, memang dari kenyataan kami masih kurang dalam pengelolaan ini dan tidak gampang karena terkendala dengan pembiayaan. Karena anggarannya terbatas, kiranya kita bisa memberikan usul kalau bisa di uangkan saja.

“Dan uangnya disimpan dijadikan PNBP, sayangkan kalau sementara berproses dalam persidangan namun barang sitaanya hancur begitu saja atau rusak. Nanti setelah proses selesai atau inkrah dikembalikan menjadi uang kepada yang bersangkutan,” ujarnya sembari menambahkan, namun tentunya perlu ada kesepakatan dari para pihak yang bersangkutan.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang sitaan dan Barang Rampasan Heni Yuwono mengatakan, memang kita dalam mengelolah barang sitaan negara ini belum maksimal dikarenakan masih minimnya anggaran untuk melakukan perawatan.

“Sehingga nilai dari barang sitaan ini dan rampasan negara tiap hari menurun.”Jelasnya.

Dirinya menambahkan, memang benar seperti apa yang dikatakan Kakanwil Kemenkumham Sulut, agar barang sitaan atau rampasan dari negara di uangkan saja namun sesuai prosedur.(tsir)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: