PILKADA BITUNG – 2020 MaMa Cerai?

PILKADA BITUNG – 2020 MaMa Cerai?
Rapat DPD PDI Perjuangan Sulut

Bitung – Duet Max Lomban-Maurits Mantiri sebagai pimpinan daerah Bitung tak akan berlanjut.

Keduanya bakal ‘cerai’ saat menghadapi Pilkada Bitung tahun depan. Bahkan, duo MaMa ini potensial berhadap-hadapan dalam kontestasi tersebut.

Demikian diakui Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bitung, Aldo Nova Ratungalo, Rabu (27/11) kemarin. Hal itu kata dia, dikarenakan Maurits Mantiri telah ditetapkan sebagai calon Walikota Bitung dari partainya.

“Bahkan beliau (Mantiri,red) sebagai calon tunggal. Tidak ada nama lain yang ditetapkan ataupun sempat mencuat,” tandasnya.

Nah, keputusan itu dipertegas dengan hasil Rapat DPD PDI Perjuangan Sulut. Rapat dimaksud berlangsung kemarin di Kantor DPD Sulut di Jalan Soekarno, Minahasa Utara. Aldo sendiri membeber hasil rapat tersebut.

“Ini baru selesai rapat. Tadi kami membahas soal rencana membuka pendaftaran dan penjaringan calon peserta pilkada, yang salah satunya adalah Pilkada Bitung. Dalam rapat itu telah diputuskan bersama bahwa pendaftaran akan dibuka. Tetapi khusus untuk Bitung yang dibuka hanya bakal calon Wakil Walikota. Untuk Walikota tidak lagi karena sudah ada calon tunggal,” paparnya.

Aldo mengaku menyambut sukacita kepastian itu. Pihaknya pun siap mengamankan dan menjalankan keputusan dimaksud.

“Tindaklanjutnya segera setelah ini. Sebab tadi diputuskan pendaftaran harus dibuka Hari Sabtu tanggal 30 November. Jadi setelah ini kami di DPC akan melakukan persiapan,” kata pria yang juga Ketua DPRD Bitung ini.

Menariknya, tahapan pendaftaran di PDI Perjuangan hanya dibuka satu hari. Sudah begitu, pendaftaran tidak dilakukan di Kantor DPC sebagaimana lazimnya, melainkan hanya di Kantor DPD.

“Cuma satu hari, cuma tanggal 30 November nanti. Pelaksanaannya di Kantor DPD. Dan untuk tim penjaringan juga berasal dari DPD. Kami di DPC hanya mendampingi mereka. Ada tiga orang yang ditunjuk, yaitu saya, Budi Medea dan Geraldi Mantiri,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Aldo, pendaftaran di partainya menggunakan sistem terbuka-tertutup. Artinya, kandidat dipersilahkan mendaftar secara terbuka, tapi mekanisme untuk itu dilakukan tertutup.

“Jadi yang mendaftar hanya mereka yang diundang. Nama-nama itu sudah ada tapi dirahasiakan. Makanya kita bilang sistemnya terbuka-tertutup. Sebab kalau terbuka siapa saja bisa mendaftar,” terangnya.

(*/YaserBaginda)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: