Peringati Isra Mi’raj, Ratusan Umat Muslim Manado Padati Masjid Raya Ahmad Yani

Peringati Isra Mi’raj, Ratusan Umat Muslim Manado Padati Masjid Raya Ahmad Yani

Manado – Ratusan umat Muslim di Manado menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1440 H atau Rabu, 3 April 2019 Masehi, di Masjid Raya Ahmad Yani.

Peringatan Isra Mi’raj yang secara rutin dilaksanakan oleh Perayaan Hari-hari Besar Islam (PHBI) mengadirkan pembawa hikmah Isra Mi’raj yakni Ketua Korps Muballighah Provinsi Sulawesi Utara Hj. Irma Hunta yang tak lain Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulut.

Dalam tausyiahnya, Hja. Irma Hunta mengatakan, Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sangat singkat, tapi berhasil menembus hingga puncak tertinggi, Sidratil Muntaha.

Dalam perjalanan itu pula Nabi Muhammad mendapat perintah sholat dari Allah SWT. Dengan mengutip sebuah ayat suci Alquran, yang artinya “Inilah lima waktu shalat wajib, yang nilainya sama dengan lima puluh waktu dan Kalam-Ku tidak dapat berubah lagi.

Sambung Istri Kakanwil Kemenag Sulut dalam tausyiahnya, hal ini juga merupakan bentuk penghiburan dan penguatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW setelah ditinggal pergi sang Istri tercinta Sitti Khadijah dan Pamannya Abu Thalib Pamannya Nabi.

Pantauan Suarapembaharu.com, hadir dalam peringatan Isra Mi’raj 1440 Hijriah ini antara lain Gubernur Sulut yang diwakili Asisten II H. Muhammad Rudi Mokoginta, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut, Dr. H. Abdul Rasyid, Walikota Manado yang diwakili Sekretaris Daerah Micler Crusva Semuel Lakat, Kakan Kemenag Manado Irwan Musa, Ketua MUI Provinsi H. Abdul Wahab Abd Gafur, Ketua PHBI Provinsi Sulut Sahrul Poli dan Metua PHBI Manado, H. Amir Liputo.

Usai tausyiah yang dibawakan, acara dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Allah. Dan kali ini giliran Masjid Jami’ Miftahul Jannah Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sulut, Dr. H. Abdul Rasyid dalam sambutannya mengajak umat Islam Sulawesi Utara untuk menggaungkan apa yang disebut dengan moderasi beragama, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan moderasi.

“Allah menurunkan agama melalui Nabi untuk menjaga harkat dan martabat manusia yang harus dilindungi sesuai konteks kemanusiaannya,” ujar Rasyid.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Kakanwil mengajak kaum muslimin untuk mebumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati dengan sesama makluk ciptaan Allah, sesuai dengan falsafah leluhur kita “Torang Samua Ciptaan Tuhan, Torang Samua Basudara”.(tsir)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: