Makawata: Harus Ada Transparansi Dana Bantuan ke Masyarakat

Makawata: Harus Ada Transparansi Dana Bantuan ke Masyarakat
Jonas Ronny Makawata

MANADO– Menjelang akhir masa jabatan Walikota Manado, G.S Vicky Lumentut, mendapat banyak kritikan dan masukan yang disampaikan para anggota DPRD Kota Manado. Salah satunya, usulan Ketua Komisi III, Ronny Makawata terkait beberapa program dan kinerja para SKPD.

“Ini sudah masuk satu tahun akhir masa jabatan Pak Walikota Manado. Namun masih banyak yang perlu mendapatkan perhatian khusus yang terjadi di masyarakat. Diantaranya yang perlu diperhatiakan pembagian dana bantuan sosial dan masalah infrastruktur,” kata Makawata, saat interupsi di rapat Paripurna, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, pembagian dana bantuan sosial harus transparan, agar masyarakat dapat menilai penerima bantuan tersebut layak atau tidak.

“Sejak masih di Komisi IV saya sudah pernah meminta nama-nama penerima bantuan sosial kepada dinas sosial. Namun sampai detik ini tidak ada. Bagaimana kami bisa tahu kalau penerimanya layak atau tidak. Seperti yang terjadi di Kecamatan Singkil ada 1476 KK penerima,” ujarnya.

“Kita tidak tahu di kelurahan mana saja penerima bantuan ini. Jangan sampai hanya di nominasi oleh 1 kelurahan dari 9 kelurahan yang ada di Kecamatan Singkil,” terangnya.

Disisi lain, dia juga menambahkan Pemkot Manado tidak pernah belajar dari kesalahan yang lalu. Menurutnya, banyak proyek drainase yang rusak meski terus direnovasi.

“Pak Walikota ini dengan program cerdasnya sudah jalan 9 tahun, kita harus belajar di tahun 2014 ketika banjir besar datang. Harusnya konsep dari Bapelitbang sudaj tuntas semua ini. Tapi ternyata tidak, hujan sedikit saja air sudah naik,” katanya.

“Contohnya SMP 11 di Kelurahan Sumompo. Tiap hujan air naik sampai dalam kelas dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal sudah bertahun-tahun seperti itu. Berarti kan ada yang salah dalam perencanaan. Begitu juga yang terjadi di bantaran-bantaran sungai, tidak ada perubahan,” ucap Makawata.

Dia pun berharap, akan ada perubahan di akhir masa jabatan Wali Kota

“Masih ada kesempatan untuk berbenah. Semoga kedepan ada perbaikan dan progress perubahan itu sangat besar untuk kedua masalah tersebut. SKPD juga harus proaktif dan jemput bola, jangan hanya diam dan menunggu petunjuk. Setidaknya harus ada hal yang baik yang akan ditinggalkan Pak Wali,” Pungkas Makawata. (Laks)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: