Klaim Max Lomban Produksi Ikan Turun Dibantah PPS

Klaim Max Lomban Produksi Ikan Turun Dibantah PPS

Bitung, suarapembaharu.com – Pernyataan Wali Kota Bitung Max Lomban terkait turunnya hasil produksi ikan hingga tutupnya sejumlah perusahaan ikan besar di Kota Bitung dituding tak mendasar.

Sebab berbanding terbalik dengan data hasil produksi ikan milik Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kota Bitung.

Melalui salah satu media nasional, Kepala PPS Henry Batubara secara tidak langsung membantah klaim Max Lomban itu. Menurutnya, aktivitas perikanan di Kota Bitung laju pesat di kalangan nelayan lokal sehingga isu yang diumbar sejumlah pihak lain terkait pasokan ikan dari nelayan ke perusahaan ikan besar terbilang kecil tak akurat.

“Terkait isu 4 pabrik ditutup di Bitung dengan alasan kekurangan ikan, menurut saya itu tidak tepat. Secara umum industri masih beroperasi dan hanya ada 1 UPI saja di Bitung yang tak beroperasi karena memang dari awal belum beroperasi yaitu PT RD Pacific International,” ungkap Henry dikutip dari Liputan6.com, Selasa (18/12).

Bahkan lanjut Henry, peningkatan produksi ikan di Kota Bitung saat ini tengah dalam kondisi maju.

“Dua bulan terakhir produksi (ikan) meningkat. Data disini kita rata-rata 150 ton ikan per hari dengan kapasitas perbandinganya 60 persen ikan tuna, 40 persen ikan kecil. Itu baru PPS Bitung, pendataan ikan di Sulut cukup banyak, ada Manado, Kupang, dan lainnya,” tegas Henry.

Terkait klaim PPS tersebut, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kota Bitung sebagai sumber terkait belum memberikan jawaban ketika dimintai keterangan oleh awak media hingga berita ini dimuat.

Diketahui, perdebatan pandangan produksi ikan antara Pemerintah Kota Bitung dan Kementrian Perikanan dan Kelautan kian runcing. Pernyataan Wali Kota Bitung Max Lomban bahkan sempat dikomentari pedas Menteri Susi Pudjiastuti.

(YaserBaginda)

CATEGORIES
Share This
%d bloggers like this: