Kasus Hipmikindo Bitung ‘TATONO’ di Kejaksaan

Budi Kristiarso; Minggu Depan Dikirim P18 dan P19

Kasus Hipmikindo Bitung ‘TATONO’ di Kejaksaan
Kantor Kejaksaan Negeri Bitung

Bitung – Kasus Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Kota Bitung, dengan modus penipuan berkedok penyaluran dana hibah sebesar Rp 17 juta, dinilai lambat dalam penanganan atau terkesan diam di tempat dalam bahasa Manado ‘Tatono’.

Pasalnya, meski sempat ditetapkan tersangka oleh Polres Bitung pada 5 Mei 2019, Kejaksaan dikabarkan bakal mengembalikan berkas perkara untuk dilengkapi (P-19) karena hasil penyelidikan belum lengkap.

“Jadi berkasnya sudah ada. Nanti ada petunjuk untuk penyidik, Minggu depan dikirim P-18 dan P-19 nya,” ungkap Kasie Intel Kejari Bitung, Budi Kristiarso, SH, Minggu (01/12/2019) malam.

Kasie Intel Kejari Bitung, Budi Kristiarso, SH

Saat ditanya soal apa kendala dalam proses kasus tersebut, Kristiarso tak mau berkomentar lebih.

“Nanti aja konfirmasi ke penyidik soal kerangnya apa ya,” singkatnya.

Sementara itu, salah satu korban Oktavia (37) warga Madidir, saat dikonfirmasi menuturkan kasus ini sudah tujuh bulan berjalan tapi belum ada kepastian hukum.

“Jangan sampai terkesan ada dugaan Polres dan Kejaksaan Bitung main mata soal persoalan Hipmikindo, karena kasus ini sudah lama berproses,” jelas Oktavia.

Lebih lajut, dia mengatakan seharusnya penegak hukum mampu membaca realita publik yang sudah menjadi korban.

“Kami juga berharap kasus ini cepat diselesaikan, apalagi uang kami belum dikembalikan oleh pengurus Hipmikindo,” pungkasnya.

(YaserBaginda)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: