Jelang Pilkades se-Kabupaten Talaud Menuai Kontroversi

Jelang Pilkades se-Kabupaten Talaud Menuai Kontroversi

Talaud – Pelaksanaan Pilkades 2019 yang akan diselenggarakan pada 4 Desember 2019 terus menuai kontroversi dan diduga sarat dengan kesalahan administrasi.

Permasalahan tersebut terdapat pada pendataan Saftar Pemilih Tetap atau DPT yang selama ini digunakan sebagai acuan pada pemilihan Kepala Desa.

Ketua panitia Pilkades, Hartati Laluhan mengatakan, kesalahan yang terjadi saat ini terutama pada penetapan DPT, itu bukan kesalahan kam, itu adalah kesalahan Pemerintah Desa setempat,” ucap Laluhan saat membuka rapat pleno penetapan DPT, Senin (4/11/2019).

Diketahui pada tanggal 25 Oktober sampai dengan 9 November 2019 yang sudah memasuki tahapan penelitian kelengkapan administrasi dari masing-masing calon.

“Dan pada tanggal 14 November 2019 sampai dengan Tanggal 16 November 2019 mendatang, sudah memasuki penetapan dan pengumuman nama calon Kepala Desa serta Penentuan nomor urut,” jelas Laluhan.

Diketahui Kabupaten Kepulauan Talaud pada Tanggal 4 Desember 2019 akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak dan akan diikuti sedikitnya 51 Desa yang tersebar di 19 Kecamatan se-Kabupaten Kepualauan Talaud.

Sementara itu Pejabat Sementara Kades Salibabu, Ronaldo Tinihada menghimbau kepada seluruh masyarakat Salibabu untuk terus menciptakan situasi kondusif menjelang pemilihan Kades Nanti.

“Mari kita jaga tali persaudaraan antara sesama tanpa ada perselisihan,” himbaunya.

Untuk pemilihan calon Kepala Desa Saliabau diikuti oleh tiga calon yakni Mahkarya Sadara, Naldo Alase dan Seprianus Umbase.(Ive)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: