Harga Kopra Anjlok, Ini Solusi yang Diberikan Baristand Industri Manado

Harga Kopra Anjlok, Ini Solusi yang Diberikan Baristand Industri Manado

Manado, suarapembaharu.com – Ditengah merosotnya harga kopra, petani kelapa di Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara pun terkena imbasnya.

Sempat melejit diawal tahun 2018, kini harga kopra anjlok hingga menyentuh Rp 2.500 per kilonya banyak menuai kritikan terhadap Pemerintah yang diaggap tidak mampu menangani anjloknya harga kopra.

Untuk mengurangi dampak sosial dengan merosotnya harga kopra, Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri Manado, memberikan solusi bagi petani kelapa di Sulawesi Utara agar jangan fokus pada kopra, karena masih banyak yang bisa dihasilkan dari buah kelapa.

Perlu adanya inovasi untuk menekan kerugian petani kelapa seiring dengan anjloknya harga kopra. Tentu perlu adanya inovasi untuk mengurangi kerugian petani kelapa karena harga kopra yang anjlok.

“Salah satunya, mengolah kelapa menjadi minyak kelapa atau bisa juga mengolah menjadi minyak VCO,” ujar Kepala Baristand Industri Manado, Broerie Pojoh, Senin (3/12/2018) diruang kerjanya.

Selain itu, hasil olahannya juga sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, kesehatan tubuh dan meningkatkan ekonomi para petani kelapa.

“Baristan sendiri memiliki tim peneliti khusus kelapa. Karena secara ilmiah, hasil olahan kelapa menajdi minyak kelapa maupun VCO sangat bermanfaat bagi kesehatan. Apalagi harga dari minyak kelapa dan VCO juga cukup potensial di pasaran,” katanya.

Meski demikian, Kepala Balai Riset Perindustrian Manado berharap, solusi ini harus sinergis dengan pihak-pihak terkait, baik itu pemerintah, pelaku usaha maupun petani kelapa.

“Agar petani tidak lagi terfokus dan tergantung pada komoditi kopra sebagai produk utama atau produk dari kelapa,” harapnya.

(tsir)

CATEGORIES
Share This
%d bloggers like this: