Gara-gara “Komentar”, Pemilik Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi

Gara-gara “Komentar”, Pemilik Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi
Sekertaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut, Wahyudy Karaeng didampingi kuasa hukum saat melaporkan akun facebook milik Migiarto Sadjawidjaja ke Polresta Manado.

Manado – Pemilik akun Facebook Migiarto Sadjawidjaja dilaporkan Sekertaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Utara, Wahyudy Karaeng ke Polresta Manado. Saat melapor, Sekertaris DMI Sulut ini didampingi kuasa hukum DMI Sulut, Kamis (11/7/2019).

Sekertaris DMI Sulut melaporkan Migiarto Sadjawidjaja atas komentarnya di akun fecebook Ilham Baso yang dianggap melakukan fitnah terhadap organisasi DMI. Komentar Migiarto ini kemudian menjadi viral di media sosial.

Kuasa hukum DMI Sulut, Madzabullah Ali dalam konferensi pers mengatakan, tentunya selaku kuasa hukum akan terus mengawal kasus ini. Karena ini menyangkut nama baik lembaga.

“Kami akan terus mengawal laporan ini di Kepolisian,” ujar Ichal sapaan akrab Madzabullah Ali, Senin (15/7/2019).

Lanjut pengacara kondang di Kota Manado ini mengatakan, meski begitu, kami (pelapor) membuka ruang untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tapi tidak semudah itu. Harus ada syaratnya.

“Kami juga akan menempuh jalur kekeluargaan. Tapi harus ada syarat yang harus dipenuhi oleh terlapor,” lanjut Ichal.

Madzabullah Ali.

Ichal mengungkapkan, terlapor harus meminta maaf secara terbuka kepada DMI Sulut dan mendatangi para Kiyai-kiyai yang ada di Kepengurusan DMI Sulut.

“Maafkan iya, asalkan terlapor harus memenuhi persyaratan yang diberikan. Kalau tidak, tentu proses di Kepolisian tetap jalan sesuai hukum yang berlaku,” tutur Ichal sembari menambahkan, apalagi ini mengenai media sosial, sudah pasti berkaitan dengan UU IT.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut, H. Herson Mayulu menegaskan, pihaknya merasa keberatan dengan komentar Migiarto Sadjawidjaja. Dirinya menganggap komentar tersebut merupakan fitnah dan tidak sesuai fakta.

“Kami keberatan dengan komentar itu. Kok dengan beraninya menulis DMI sudah disusupi oleh Wahabi, HTI, FPI dan JI. Ini fitnah keji. Ingat Ketua Umum Pusat DMI adalah Pak Jusuf Kalla, hati-hati,” tegas Mayulu.

Lanjut H2M sapaan akrabnya, pintu maaf untuk terlapor terbuka, asalkan dia (terlapor) harus meminta maaf di media massa dan meminta maaf secara langsung kepada para Kiyai-kiyai yang ada di DMI Sulut.

“Maafkan iya, tapi terlapor harus meminta maaf di media cetak maupun online selama sebulan penuh. Dan soan kepada Kiyai-kiyai dengan meminta maaf secara langsung kepada para Kiyai,” tambahnya.

Menurut dia, postingan tersebut telah mengganggu kenyamanan dan merusak nama baik lembaga. Mereka berharap, Polisi segera menindaklanjutinya.

“Kami meminta kepada aparat Kepolisian agar segera mengusut tuntas oknum yang telah menyebar informasi hoaks dan fitnah ini,” pungkasnya.

Adapun komentar pemilik akun facebook Migiarto Sadjawidjaja tertulis “WASPADA Kelompok Wahabi HTI IM FPI JI sudah berafiliasi lewat jarur DMI”.
(tsir)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: