Dodi Lapihu: Ucapan Natal Paslon Paradoks dan Ambigu

Dodi Lapihu: Ucapan Natal Paslon Paradoks dan Ambigu

Jakarta, suarapembaharu.com – Calon presiden dan calon wakil presiden baik dari paslon nomor urut 01 maupun paslon nomor urut 02 telah menyampaikan ucapan selamat merayakan hari raya Natal bagi umat Kristen di seluruh Indonesia.

Ucapan ini dimaknai sebagai wujud dari toleransi dan komitmen kebangsaan setiap pasangan calon.

Namun, di media sosial, ucapan selamat Natal tersebut justru dipelintir dan dijadikan sebagai bahan kampanye hitam oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Terdapat video hoax ucapan selamat Natal dari KH. Ma’ruf Amin dengan menggunakan kostum Sinterklas. Di lain pihak, pasca Prabowo menyampaikan selamat Natal, beredar pesan yang menyatakan bahwa Prabowo sudah memeluk agama Kristen dan setiap Minggu beribadah di gereja.

Direktur Kajian Kebijakan Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) Dodi Lapihu mengungkapkan beredarnya informasi dan pesan hoax ini menjadi paradoks dan ambigu.

“Di satu sisi para pasangan calon berusaha menunjukkan diri mereka di publik sebagai sosok yang toleran, inklusif, dan menjaga keberagaman. Namun di sisi lain, pendukung dan simpatisan masing-masing paslon masih berupaya menjatuhkan paslon lainnya dengan alasan identitas agama,” katanya, Sabtu (29/12/2019).

Dodi juga menambahkan sebaiknya masing-masing paslon tidak hanya beradu ucapan, namun juga tindakan yang nyata untuk menunjukkan komitmen kebangsaan mereka.

“Paslon seharusnya mengingatkan dan menegur tim sukses ataupun simpatisan yang masih menggunakan narasi identitas agama sebagai bahan kampanye. Selain itu menyatakan sikap yang tegas terkait peristiwa-peristiwa intoleran yang terjadi di berbagai daerah pada beberapa bulan terakhir ini. Agar spirit keberagaman jangan hanya pada tataran elit namun juga merambat ke akar rumput” jelasnya.

“Masing-masing paslon seharusnya sadar bahwa kampanye berdasarkan identitas agama adalah bom waktu yang dapat mengorbankan identitas kebangsaan kita. Masih ada waktu, sebelum kondisi toleransi kehidupan berbangsa semakin parah dan semakin marak terjadi segregasi di tengah masyarakat kita,” ungkap Dodi kepada awak media.

(AndreowReza)

CATEGORIES
Share This
%d bloggers like this: