Dibalik HUT ke-396 Kota Manado Masih Ada Delapan Persoalan Ini

Dibalik HUT ke-396 Kota Manado Masih Ada Delapan Persoalan Ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Manado Syarifudin Saafa

Manado – Dirgahayu Kota Manado yang ke 396, pencapaian yang luar biasa. Kota kita lebih maju lebih rukun lebih Damai itu modal besar bagi kita, demikian di ungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kota Manado Syarifudin Saafa, usai paripurna HUT Kota Manado, Senin (15/07/2019) kemarin.

Namun, dibalik pencapaian yang luar biasa ada delapan persoalan dasar yang butuh perhatian serius dari pemerintah.

”Delapan persoalan itu adalah yang pertama persoalan pemanfaatan ruang, kemacetan, persampahan, banjir, air bersih, infrastruktur dasar, pedagang, dan sekolah,” ujar Saafa.

Menurut Saafa di balik keberhasilan yang luar biasa, masalah-masalah inilah yang harus jadi perhatian khusus dari pemerintah kota Manado dan itu harus di tuntaskan.

“Masalah pemanfaatan ruang ada hubungannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pembangunan kota manado, hal tersebut juga di sampaikan oleh Presiden Jokowi saat datang ke Manado. Bagimana Manado mau di kasih maju tapi terkendala persoalan perut tata ruang,” ungkapnya.

Pemerintah harus secepatnya menuntaskan persoalan ini, kami DPRD sebagai legislatif siap membantu menuntaskan masalah. Karena salah satu persoalan dasar di balik kemajuan Kota Manado adalah persoalan kemacetan transportasi termasuk hubungannya parkir.

“Manado sejak tahun 2016 hingga sekarang tidak ada lagi penambahan jalan baru, kurun waktu tiga tahun dan panjang jalan kota manado hanya 84 km, jadi belum ada penambahan jalan,” jelasnya.

Tak hanya sampai situ, persoalan persampahan di Manado tahun 2017 dan 2018 di kategorikan sebagai kota kotor, ini harus diperbaiki.

Selain itu, katanya, adalah banjir, setiap tahun datang menurut saya sangat penting untuk mengatur air dari hulu ke hilir, jadi harus ada kebijakan dari pemerintah daerah.

Pemerintah kota itu harus membangun masyarakat berbasis ketahanan terencana, disebut masyarakat tahan bencana, masyarakat tahu bagaimana cara keluar dari masalah itu.

Yang berikutnya adalah terkait persoalan berkaitan dengan infrastruktur dasar, hujan sebentar langsung banjir, berikut masalah pedagang.

Seperti ada pedagang pasar, pedagangkaki lima ada pedagang musiman. sedangkan pedagang musiman itu ketika berjualan nanti Natal tahun baru Idul Fitri bulan puasa.

Masalah pelik lainnya adalah masalah air bersih, dan masalah sekolah.

Seperti dibagian utara Singkil. tidak ada infrastruktur pendidikan, tidak ada SMP, SMA Negeri.

“Kami sangat berharap agar semua masalah ini dapat teratasi dengan baik dan cepat, persoalan pelik infrastruktur sekolah di kecamatan Singkil, harus diperhatikan dan dibayarkan untuk di adakan sekolah SMP dan SMA Negeri, karena semua itu untuk kepentingan masyarakat banyak, apalagi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi harus di selesaikan dan direalisasikan,” tutup Saafa.

(Laks)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: