Buka Diklat Teknis Moderasi Agama, Ini yang Dikatakan Kepala Kemenag Sulut

Buka Diklat Teknis Moderasi Agama, Ini yang Dikatakan Kepala Kemenag Sulut

Manado – Substansi dan esensi semua ajaran agama adalah nilai-nilai universal kemanusiaan seperti menghargai harkat dan martabat manusia, saling menghormati, saling mencintai dan saling membantu, sehingga agama seharusnya hadir sebagai simpul kemanusiaan dan alam semesta karena kita semua ciptaan Tuhan.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Dr. H. Abdul Rasyid saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Substantif Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam dan Kristen Non PNS di Kampus Wijaya Kususma, di Balai Diklat Keagamaan Manado, Selasa (2/4/2019).

Abdul Rasyid mengatakan, jika kita memahami agama hanya sampai pada simbol tanpa menyentuh esensi dan substansinya, maka akan marak terjadi intoleransi, ekstrimisme dan fanatisme atas nama agama berlebihan yang bisa mencabik kerukunan dan keadamaian di antara sesama manusia beragama di Indonesia.

“Oleh karena itu, agama jangan hanya dilihat sebatas lembaga atau simbol atau kulit luarnya saja, harus masuk pada substansinya”, jelas Abdul Rasyid.

Cara kita mengamalkan ajaran agama, lanjut Abdul Rasyid, sebagian kita boleh jadi terjebak pada pengamalan yang berlebihan atau ekstrim, dan disinilah peran moderasi beragama untuk mengajak dan menarik kutub-kutub yang berlebihanan kembali ke tengah.

“Nah yang menjadi tombak dalam melakukan proses moderasi agama adalah penyuluh agama,” ujar Kakanwil Agama Sulut.(tsir)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: