Bandara Sam Ratulangi Bakal Disulap Konsep Budaya Lokal

Bandara Sam Ratulangi Bakal Disulap Konsep Budaya Lokal

Manado – Komitmen dari Managemen Bandara Sam Ratulangi Manado untuk meningkatkan pelayanan para penggunan jasa, mulai dikerjakan. Hal itu terbukti pada kegiatan Kick Off Meeting Perluasan Terminal dan Fasilitas Penunjang Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, yang dilaksanakam di Four Point Manado, Rabu (15/1/2020).

Pantauan Suarapembaharu.com, kegiatan Kick Off Meeting dipimpin langsung Lukman F. Laisa selaku Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) dan dihadiri oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek, PT Penta Rekayasa selaku Konsultan Perencana, PT Artefak Arkindo selaku Konsultan Manajemen Konstruksi serta seluruh jajaran pejabat Bandara Sam Ratulangi Manado.

Lukman Laisa mengatakan, setelah rampung nantinya luasan terminal Bandara Sam Ratulangi menjadi 57.296 M2 dari sebelumnya 26.481 M2 sehingga terdapat peningkatan kapasitas penumpang dari kondisi eksisiting yang hanya mampu menampung 2,6 juta pax akan menjadi 5,7 juta pax per tahun.

“Manajemen menyadari bahwa pertumbuhan pergerakan penumpang di Bandara Sam Ratulangi ini cukup tinggi, utamanya arus wisatawan mancanegara yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Lukman.

“Oleh sebab itu, dengan adanya peningkatan kapasitas terminal serta area parkir melalui proyek perluasan ini diharapkan agar Bandara Sam Ratulangi sebagai pintu gerbang udara di Provinsi Sulawesi Utara dapat memberikan kesan pertama yang menakjubkan bagi para penumpang yang baru tiba serta menjaga kesan terakhir yang berkesan bagi penumpang yang akan meninggalkan Sulawesi Utara dan utamanya menjaga tingkat kepuasan para pengguna jasa selama berada di Bandara Sam Ratulangi,” harap Lukman.

Lukman menambahkan, pembangunan terminal serta renovasi terminal eksisting yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 ini, mengedepankan konsep budaya lokal yang dipadukan dengan nuansa modern di bagian eksterior maupun interior.

“Adapun tampilan gedung terminal terinspirasi dari bentuk pepohonan nyiur serta penggunaan ornamen bermotifkan batik khas Sulawesi Utara,” katanya.

Sementara itu, Minggus E.T Gandeguai selaku General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado mengatakan, dilakukannya kick off meeting maka pelaksana proyek diharapkan untuk segera dapat melakukan pekerjaan fisik sehingga pada bulan Desember Bandara Sam Ratulangi dengan wajah baru.

“Agar dapat digunakan para pengguna jasa khususnya masyarakat Sulawesi Utara,” kata Minggus.

Dirinnya juga berharap dukungan dari seluruh pihak agar proyek perluasan bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai pada waktu yang telah ditentukan.

“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar proyek perluasan ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan sehingga menjadi hadiah Natal bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” harapnya.

Pihaknya juga mohon maaf jika selama proses pembangunan nantinya akan mengakibatkan kekurangnyamanan. Namun kami akan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengguna jasa di Bandara Sam Ratulangi Manado.(tsir)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: