Aroma Pungli PD Pasar Menyengat, Dirut Terlibat?

Aroma Pungli PD Pasar Menyengat, Dirut Terlibat?
Lapak pedagang pasar Bersehati yang baru bangun oleh PD Pasar Kota Manado.

Manado – Aroma Pungutan Liar (Pungli) kembali menyengat di lingkungan PD Pasar Kota Manado. Lagi-lagi pedagang pasar Bersehati menjadi korban karena dibebankan dengan retribusi puluhan juta rupiah.

Salah satu pedagang pasar Bersehati yang tak mau namanya di publis mengatakan, setiap pedagang diminta retribusi sebesar 15 juta/pedagang oleh PD Pasar.

“Memang itu benar pak, dalam satu lapak ada empat pedagang dan per orang diminta Rp 15 juta. Jadi dalam satu lapak mencapai Rp 60 juta pak,” bebernya, Kamis (07/11/2019) kemarin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sebagian besar sudah melakukan pembayaran ke PD Pasar sebagai tanda jadi, sisanya di cicil dengan waktu yang sudah di tentukan.

“Pembayarannya tanpa kwitansi apa-apa. Uang retribusi itu dikumpulkan oleh seseorang yang mengurus lapak tersebut untuk melakukan penagihan. Awalnya Rp 3 juta, kemudian pada beberapa waktu lalu kami bayar Rp 12 juta, jadi totalnya per pedagang Rp 15 juta,” jelasnya.

Lebih jauh, Ketua Forum Pedagang Pasar Bersehati, Darwis Hutuba saat ditemui membenarkan adanya pungutan tersebut.

“Sebelum Dirut yang baru ada sebagian lapak dibongkar, tapi anehnya dibangun kembali dan biayanya di bebankan kepada pedagang,” ujar Darwis.

Bahkan, kata Darwis, penarikan retribusi sebesar Rp 15 juta dan itu ada indikasi Pungli.

“Selama ini PD Pasar tidak transparan dalam hal hak-hak pedagang dan kewajiban pedagang. Tak hanya itu, sampai detik ini tidak ada aturan yang baku soal pasar,” katanya.

Harusnya, tambah Darwis, Pemkot Manado dalam hal ini Wali Kota turut andil dalam persoalan pedagang di pasar Bersehati karena ini menyangkut hajat hidup warganya.

“Kami di bodoh-bodohi oleh pemerintah, setiap ada pergantian Dirut Pasar selalu berbeda kebijakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh saat diwawancarai mengatakan, dirinya membantah atas tudingan pungli yang melibatkan dirinya.

“Tanya sama mereka, siapa yang melakukan pungli?, jangan hanya asal mengeluarkan tudingan seperti itu,” kata Suwuh.

Dirinya menjelaskan, lapak tersebut dibangun karna permintaan dari pedagang sendiri. Jadi saya kabulkan permintaan dari pedagang.

“Mereka sendiri yang minta, jadi saya bangun lapak yang baru. Namun harus bayar retribusi sesuai dengan aturan yang berlaku di perdis pasar,” tambahnya.

“Mereka bayar sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi apa yang ditudingkan ke saya itu tidak benar. Saya tidak pernah memasang tarif dengan biaya sewa seperti itu,” tegas Stenly Suwuh.

(22cepu)

CATEGORIES
TAGS
Share This
%d bloggers like this: